MEDIA PEMBELAJARAN BIDANG STUDI
SEJARAH
Pengertian Media
Pembelajaran Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari
“Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara
atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Dalam Proses belajar
mengajar di kelas, Media berarti sebagai sarana yang berfungsi menyalurkan
pengetahuan dari Guru kepada peserta didik. Beberapa ahli memberikan definisi
tentang media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dalam penelitian
Kuantitatif maupun Kualitatif juga menjadi ukuran penting dalam proses
pembuktian hipotesa. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran
adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat
bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar
pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya
alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang
pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi
semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet. Media
memiliki beberapa fungsi, Yaitu di antaranya Media pembelajaran dapat mengatasi
keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap
peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan
pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan
sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta
didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah
yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur,
model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual
dan audial. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Ada
beberapa media yang mampu menyajikan materi pelajaran sejarah secara menarik
dan mudah untuk dipahami.Dalam hal ini terdapat beberapa aspek yang dapat
dikembangkan pada media pembelajaran sejarah, yakni 12 jenis media yang dapat
digunakan dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut :
1.
Peninggalan sejarah
Peninggalan
Sejarah adalah cerita tentang kehidupan yang benar-benar terjadi di masa lalu.
Sedangkan peninggalan sejarah artinya warisan masa lampau yang mempuanyai nilai
sejarah. Ada bermacam-macam bentuk peninggalan sejarah. Peninggalan sejarah
bisa berupa fosil, peralatan dari masa lampau, prasati, patung, bangunan,
naskah, dan cerita atau hikayat.
A. Fosil,
yaitu sisa-sisa tulang belulang manusia dan hewan atau tumbuhan yang membatu.
Tulang belulang dan sisa-sisa tumbuhan itu berasal dari masa purba. Mereka
tertanam di lapisan tanah. Umumnya fosil-fosil ini sudah berumur jutaan tahun.
Dari fosil-fosil itu kita bisa mengetahui kehidupan pada zaman purba. Contoh:
Fosil tengkorak manusia purba di Sangiran Jawa Tengah yang ditemukan oleh E.
Dubois.
B. Peralatan
dari zaman dulu. Ada banyak peninggalan berupa peralatan yang dipakai pada
zaman dulu. Peralatan ini digunakan untuk berburu, menangkap ikan, dan
bertani.Ada yang terbuat dari logam, tulang dan batu.
C. Prasasti,
yaitu tulisan-tulisan dari masa lampau, Tulisan ini ditulis pada batu emas,
perunggu, tembaga, tanah liat atau tanduk binatang. Prasasti ini biasanya
berisi cerita tentang suatu kerajaan. Contohnya: Prasasti Yupa, Prasasti
Kedukan Bukit.
D. Patung
(Arca). Kebanyakan patung atau arca ini berasal dari kerajaan Hindu dan Budha.
Bentuk Patung itu bermacam-macam. Ada patung dewa-dewa, ada patung Budha, ada
patung yang berupa binatang dan lain-lain. Patung-patung itu terbuat dari batu,
perunggu, atau bahkan emas.
E. Bangunan.
Bangunan yang bernilai sejarah antara lain.
1. Candi,
adalah bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu. Candi didirikan sebagai tempat
untuk melaksanakan upacara keagamaan. Contohnya: Candi Borobudur, Candi
Prambanan.
2. Gedung,
adalah suatu bangunan rumah. Banyak gedung yang mempunyai nilai sejarah.
Contonya: Gedung Stovia, Gedung Soempah Pemuda.
3. Tempat
ibadat, Contoh tempat ibadat yang mempunyai nilai sejarah adalah Masjid Demak
Jawa Tengah,.Gereja Katedral Jakarta.
4. Benteng,
yaitu bangunan yang dipergunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh.
Benteng-benteng yang ada di Indonesia umumnya peninggalan Belanda, Portugis, dan
Spanyol. Contoh: Benteng Vredeburg di Yogyakarta, Benteng Duurstede di Maluku.
5. Istana.
Di Indonesia banyak istana yang bernilai seejarah, misalnya Keraton Yogyakarta,
Istana Negara, Istana Bogor.
6. Tugu/monument.,
adalah suatu bentuk bangunan yang didirikan untuk memperingati suatu peristiwa.
Peristiwa itu dianggap penting atau bersejarah. Misalnya: Monumen Yogja
Kembali, Monas.
7. Makam.
Makam yang mempunyai nilai sejarah adalah tempat dikuburkannya tokoh-tokoh
penting dalam sejarah.Misalnya: makam Diponegoro di Manado, Makam Bung Karno di
Blitar.
8. Naskah/tulisan
kuno. Contoh peninggalan sejarah berbentuk naskah/tulisan adalah kitab dan
dokumen-dokumen penting.Misalnya: Naskah Supersemar, naskah Proklamasi, Kitab
Mahabarata
2.
Model/ tiruan
Model
atau Tiruan Sebagai Media pembelajaran Sejarah Dalam dunia pendidikan pastilah
kita tidak akan lepas dari peran media dalam mendukung proses belajar dan
pembelajaran. Dengan dukungan suatu media penyampaian materi atau informasi
akan berjalan dengan semestinya. Begitu juga dengan peserta didik, mereka akan
lebih tertarik dan ilmu akan terserap lebih mudah. Berbagai media telah
digunakan dalam proses belajar dan pembelajaran, seperti media visual diam,
media visual diproyeksikan, media cetak, media audio, media audio visual, dan
multimedia. Alat peraga langsung atau media tiga dimensi merupakan salah satu
komponen penentu efektivitas belajar. Alat peraga langsung mengubah materi ajar
yang abstrak menjadi kongkrit dan realistik. Penyediaan perangkat alat peraga
langsung merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan siswa belajar, sesuai dengan
tipe siswa belajar. Pembelajaran menggunakan alat peraga langsung dapat
mengoptimalkan fungsi seluruh panca indra siswa sehingga meningkatkan
efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan
menggunakan pikirannya secara logis dan realistis. Pelajaran tidak sekedar
menerawang pada wilayah abstrak, melainkan sebagai proses empirik yang konkrit
yang realistik serta menjadi bagian dari hidup yang tidak mudah dilupakan.
Tujuan penggunaan alat peraga langsung adalah untuk mendemonstrasikan konsep
yang abstrak ke dalam bentuk visual. Dalam proses pembelajaran alat peraga
berfungsi dalam memecah rangkaian pembelajaran ceramah yang monoton, Memperkuat
minat siswa belajar,Pembelajaran menjadi tidak membosankan,memfokuskan
perhatian siswa pada materi pelajaran secara kongkrit,melibatkan siswa dalam
proses belajar sebagai rangkaian pengalaman nyata. Penggunaan alat peraga
menunjang prinsip pembelajaran yang efektif yang terkait pada upaya
Meningkatkan motivasi siswa belajar karena peraga dapat merangsang tumbuhnya
perhatian serta mengembangkan keterampilan, Peraga dapat memfokuskan perhatian
siswa, pendidik dapat menggunakan peraga dengan melihat benda yang sesungguhnya
di luar kelas atau dalam kelas, Menyajikan pembelajaran dengan memanfaatkan
kehidupan nyata dalam rangka meningkatkan daya antusias siswa terhadap materi
pelajaran, Alat peraga pembelajaran dapat mengubah guru sebagai transmisi yang
berfungsi sebagai penghantar menjadi fasilitator, peraga membuat siswa lebih
aktif, Membuat seluruh momen dalam kelas hidup dan berubah dari waktu ke waktu,
pendidikan dapat membangun pertanyaan dengan dukungan alat yang ada di tangan,
Alat peraga langsung membuat siswa menjadi lebih aktif berpikir dan
mengembangkan kemampuan berpikir kritis karena siswa tidak sekedar mengingat
dan mendengarkan, namun mengembangkan pikirannya dengan fakta, Alat peraga
langsung lebih meningkatkan interaksi antar siswa dalam kelas sehingga
transformasi belajar dapat berkembang dinamis, Dengan bantuan alat peraga
langsung dapat meningkatkan daya monitor pendidik sehubungan dengan aktifitas
siswa lebih mudah diamati Penggunaan alat peraga memenuhi kebutuhan belajar
sesuai gaya belajar siswa dalam satu kelas. Sebagaimana kita ketahui bahwa
terdapat beberapa tipe siswa berdasarkan cara mereka memahami sesuatu. Ada
siswa dengan gaya belajar visual, audio, atau kinestetik. Masing-masing
memiliki kecenderungan untuk mengoptimalkan salah satu indera mereka dalam
belajar sehingga memerlukan metode mengajar yang berbeda. Namun demikian, guru
harus mampu untuk mengkombinasikan beragam metode pengajaran agar dapat
mengakomodasi kebutuhan seluruh siswanya dalam belajar. Media visual diam
merupakan media penyaluran pesan dari pemberi ke penerima pesan, biasanya media
ini disalurkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar dan
simbol-simbol yang mengandung maksud tertentu dengan model Media tiruan atau
model merupakan media tiruan dari benda yang berbentuk tiga dimensi yang dibuat
sedemikian rupa dalam bentuk dan tidak sama dalam hal-hal lainnya. Meski semua
orang tahu, bahwa belajar melalui pengalaman langsung atau melalui benda
sebenarnya mempunyai sejumlah keuntungan, perlu diketahui juga bahwa sejumlah
keterbatasan dalam belajar akan teratasi dengan penggunaan model. Media tiga
dimensi yang sering digunakan dalam pengajaran adalah model dan boneka. Model
adalah tiruan tiga dimensi dari beberapa objek nyata yang terlalu besar,
terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal, terlalu jarang dan terlalu rumit
untuk dibawa ke dalam kelas dalam wujud aslinya. Model terdiri dari 6 jenis
yaitu
1. Model
Padat (solid model) Suatu model biasanya memperlihatkan bagian permukaan luas
dari objek dan sering kali membuang bagian- bagian yang membingungkan gagasan-
gagasan utamanya dari bentuk, warna, dan susunannya.
2. Model
Penampang (eutaway model) Memperlihatkan bagaimana sebuah objek itu tampak.
Apabila bagian permukaannya diangkat untuk mengetahui susunan dalamnya.
Kadang-kadang model ini disebut dengan nama X-Ray atau Crossection yaitu model
penampang memotong. Model seperti ini sangat cocok dipergunakan untuk pelajaran
biologi, Karena fungsinya dapat menggantikan objek yang sesungguhnya. Selain
itu model penampang dapat memperjelas objek yang sebenarnya karena dapat
diperbesar maupun diperkecil. Yang perlu diperhatikan dalam membuat model
penampang ini adalah hanya bagian-bagian terpenting yang harus ditonjolkan
3. Model
Susun (build-up model) Model susun terdiri dari beberapa bagian objek yang
lengkap, atau sedikitnya suatu bagian dari objek itu.
4. Model
Kerja ( working model) Model kerja adalah tiruan dari suatu objek yang
memperlihatkan bagian luar dari objek aslidan mempunyai beberapa bagian dari
benda yang sesungguhnya.
5. Mock-up
adalah suatu penyederhanaan susunan bagian pokok dari suatu proses atau system
yang lebih rumit. Susnan nyata dari bagian- bagian pokok itu diubah sehingga
aspek-aspek utama dari suatu proses mudah dimengerti siswa.
6. Diorama
adalah pemandangan sebenarnya tiga dimansi mini bertujuan untuk
menggambarkan.pemandangan yang sebenarnya. Diorama biasanya teerdiri atas
bentuk sosok atau objek-objek ditempatkan di pentas yang berlatar belakang
lukisan yang sesuai dengan penyajiannya. Diorama sebagai media pengajaran terutama
berguna untuk mata pelajaran ilmu bumi, ilmu hayati, sejarah bahkan dapat
diusahakan pula untuk berbagai macam mata pelajaran. Contoh :Peristiwa sejarah
: Pertempuran, Adegan cerita : sandiwara seseorabg yang sedang memburu sekor
itik dibalik semak.
3.
Museum
Museum
sebagai media pembelajaran sejarah Dalam Kamus Besar Bahasa Indo-nesia, museum
merupakan (1) gedungyang digunakan sebagai tempat untukpameran tetap
benda-benda yang patutuntuk mendapat perhatian umumseperti peninggalan sejarah
dan arkeolo-gis, seni dan ilmu; (2) tempat untukmenyimpan barang kuno (Tim
Penyu-sun KBBI, 1990). Bagi dunia pendidikan terutama dalam pembelajaran
sejarah keberadaan museum menjadi sangat penting karena koleksi-koleksi yang
dimiliki dapat memberikan informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
muncul dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan sejarah, baik sejarah
alam, flora fauna maupun sejarah peradaban dan budaya. Menurut Perpem Nomor
19/1995 Museum adalah lembaga penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan
pemanfaatan benda bukti material manusia serta alam dan lingkungan guna
menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Museum
adalah sebuah lembaga yang rumah dan peduli untuk koleksi artefak dan
benda-benda lain yang penting ilmiah, seni, atau sejarah dan membuat mereka
tersedia untuk dilihat publik melalui pameran yang mungkin permanen atau
sementara. Museum, berdasarkan definisi yang diberikan International Council of
Museums disingkat ICOM, adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan
publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian,
mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada
masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia
bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan
masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif di masa depan
dan sejak tahun 1977 tiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai hari Hari Museum
Internasional. Museum di Indonesia berdiri pada tanggal 24 april 1778 yang
dipelopori oleh Bataviaacsh Genootschap Van Kunsten en Wetenschaapen yaitu
pencinta seni dan ilmu pengetahuan bangsa Eropa yang tinggal di Batavia
(Jakarta).Dalam sejarahnya Museum awal dimulai sebagai koleksi pribadi orang
kaya, keluarga atau lembaga-lembaga seni dan benda-benda alam yang jarang atau
penasaran dan artefak. Ini sering ditampilkan dalam apa yang disebut kamar atau
lemari heran keingintahuan. Akses publik sering mungkin untuk "terhormat",
terutama untuk koleksi seni pribadi, tetapi pada kehendak pemilik dan stafnya.
Seperti museum tertua di bukti adalah museum Ennigaldi-Nanna itu, berasal dari
c. 530 SM dan dikhususkan untuk Mesopotamia antik, itu tampaknya memiliki lalu
lintas yang cukup untuk surat perintah label untuk koleksi memerintahkan.
Museum publik tertua di dunia dibuka di Roma selama Renaissance. Namun, museum
yang signifikan di dunia itu tidak didirikan sampai abad ke-18 dan Abad
Pencerahan: Museum Capitoline, koleksi publik seni tertua di dunia, dimulai
pada 1471 ketika Paus Sixtus IV menyumbangkan sekelompok patung kuno penting
bagi orang-orang Roma. Museum Vatikan, museum tertua kedua di dunia, jejak
asal-usulnya ke koleksi patung publik ditampilkan dimulai pada 1506 oleh Paus Julius
II. Karakteristik media yang lazimdigunakan dalam kegiatan pendidikan atau
pembelajaran adalah:(1)media pandang yang yang tidak diproyeksikan [termasuk di
dalamnya gambar diam, grafis(termasuk sketsa,bagan, diagram,grafi,kartu,gambar
kronologi,poster, peta dan globe, papan flanel dan papan buletin), serta model
dan realita], (2) media pandang yang diproyeksikan, (3) media audio, (4) sistem
multimedia, (5) simulasi dan permainan (Latuheru,1988: 41-123; Sadiman, 1996).
Menurut pengembangan dan per-siapan pengadaannya, media dibedakan menjadi dua,
yaitu media by utilization dan media by design.Media by utilization merupakan
media yang tersedia, diman-faatkan, serta dibuat secara komersial dan telah
siap pakai. Sedangkan media by design adalah media yang dirancang dan di
siapkan secara khusus. Museum termasuk kedalam media by utilization. Hal ini
disebabkan di dalam museum terdapat berbagai media yang berfungsi untuk
menjelaskan suatu objek kajian. Museum memiliki banyak fungsi yang menjadikan
Museum sangat penting diperhatikan oleh semua kalangan. Fungsi Museum yaitu :
Melakukan pengumpulan, perawatan, pengawetan dan penyajian benda yang mempunyai
nilai budaya dan ilmiah, Melakukan urusan perpustakaan dan dokumentasi ilmiah,
Memperkenalkan dan menyebar luaskan hasil penelitian koleksi benda yang
umempunyai nilai budaya dan ilmiah, Melakukan bimbingan edukatif cultural dan
penyajian rekreatif benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.
4.
Ruang sejarah/ laboratorium
Ruang
Sejarah atau Laboratorium Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui
metode praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana siswa berisi
teraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang
dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari
jadi suatu laboratorium sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam
upaya meningkatkan mutu serta system pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Fungsi laorbarotrium yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar, sebagai metode
pengamatan dan metode percobaan, sebagai prasarana pendidikan atau sebagai
wadah dalam proses belajar mengajar. Melalui kegiatan laboratorium siswa dapat
mempelajari fakta, gejala, merumuskan, konsep, prinsip, hokum dan sebagainya.
Tujuan kegiatan praktikum selain untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat
kognitif juga bertujuan untuk memperoleh keterampilan / kinerja, dapat
menetapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut pada situasi baru/lain, serta
memperoleh sikap ilmiah. Menurut Azizah (2003) dalam pelaksanaan praktikum,
umumnya meliputi : a. Persiapan, meliputi - Menetapkan tujuan praktikum -
Mempersiapkan alat dan bahan - Memperhatikan keamanan, kesehatan dan kenyamanan
- Memberi penjelasan apa yang harus diperhatikan dan langkah-langkah yang harus
dilakukan siswa. b. Pelaksanaan, meliputi : - Siswa melakukan praktikum - Guru,
asisten dan ko-asisten mengamati proses praktikum c. Tindak lanjut, meliputi :
- Mengumpulkan laporan praktikum - Mendiskusikan masalah yang ditemukan siswa -
Memeriksa dan menyimpan peralatan 4. Tujuan kegiatan di Laboratorium a. Teliti
dalam pengamatan dan cermat dalam pencatatan pada saat pengamatan. b. Mampu
menafsirkan hasil percobaan untuk memperoleh penemuan dan dapat memecahkan
masalah. c. Mampu merencanakan dan melaksanakan percobaan. d. Terampil mempergunakan
alat-alat laboratorium. e. Tumbuh sikap positif terhadap kegiatan praktikum.
Untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan laboratorium dapat dilakukan dengan
3 cara sebagai berikut : a. Laporan merupakan rekaman atas apa yang dilakukan
siswa selama melalui kegiatan praktikum. Tujuan adanya laporan ini yaitu untuk
mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi praktikum dan kemampuan
siswa dalam merangkai data hasil percobaan serta analisisnya. b. Tes kegiatan
laboratorium Tes kegiatan laboratorium digunakan sebagai bahan untuk evaluasi.
c. Pengamatan langsung Pengamatan dilakukan untuk mengetahui kinerja siswa pada
saat melakukan kegiatan praktikum, misalnya untuk mengetahui kemampuan siswa
dalam memilih alat yang sesuai, merangkai alat, menggunakan alat, sikap siswa
pada saat melakukan praktikum. Hal ini menunjukkan bahwa suatu penilaian tidak
hanya dilakukan dengan melihat hasil akhir seperti laporan, tetapi harus
mencakup hasil akhir dan proses untuk mencapai hasil itu, termasuk di dalamnya kinerja
siswa, sehingga guru dapat memiliki informasi yang lengkap tentang siswa.
5.
Media grafis : peta, bagan
Media
Grafis :Peta, Bagan Pengertian media grafis adalah suatu media visual yang
menyajikan fakta, ide, atau gagasan melalui penyajian kata – kata, kalimat,
angka – angka, dan simbol / gambar 1. Gambar / Foto Memiliki sifat yang konkret
atau lebih realistis menunjukkan suatu masalah, gambar juga dapat mengatasi
batasan ruang dan waktu. 2. Sketsa Gambar sederhana, atau draft kasar yang
melukiskan bagian – bagian pokoknya tanpa detail. 3. Diagram Diagram
menunjukkan hubungn yang ada antar komponennya dan menyederhanakan hal yang
kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan 4. Bagan / chart Bagan itu
sendiri menunjukkan hubungan, perbandingan, jumlah relatif, perkembangan, proses,
klasifikasi, dan organisasi. 5. Grafik ( Graphs ) Grafik ialah gambar sederhana
yang menggunakan titik – titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya sering
kali ditambahkan simbol – simbol verbal, 6. Kartun Suatu gambar interpretatif
yang menggunakan simbol – simbol untuk menyampaikan pesan secara cepat dan
ringkas. 7. Poster Poster berfungsi untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah
laku orang yang melihatnya. 8. Peta dan globe Brfungsi untuk menunjukkan dan
menyajikan data – data lokasi. 9. Papan Flanel Papan flanel media yang
menyajikan pesan – pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Yang berbentuk
papan yang berlapis kain flanel sehingga dapat dilipat. Gabar yang disajikan
dapay di copot dn dipasang sehingga dapat dipakai berkali – kali 10. Papan
Buletin Papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian – kejadian
dalam waktu tertentu. Misal, mading
6.
Media Cetak: Buku, Modul, Cerpen, Roman
Media cetak mempunyai makna sebuah media yang menggunakan bahan dasar kertas
atau kain untuk menyampaikan pesan-pesannya. Unsur-unsur utama adalah tulisan
(teks), gambar visualisasi atau keduanya. Media cetak ini bisa dibuat untuk
membantu fasilitator melakukan komunikasi interpersonal saat pelatihan atau
kegiatan kelompok. Media ini juga bisa dijadikan sebagai bahan referensi (bahan
bacaan) atau menjadi media instruksional atau mengkomunikasikan teknologi baru
dan cara-cara melakukan sesuatu (leaflet, brosur, buklet). Bisa juga
mengkomunikasikan perhatian dan peringatan serta mengkampanyekan suatu isu
(poster) dan menjadi media ekspresi dan karya personal (poster, gambar, kartun,
komik). Media cetak dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu
guru dalam menyampaikan materi pelajaran karena media ini banyak menyimpan
pesan tertulis yang mudah diterima.
7.
Media proyeksi : OHP, slide, film
Media
Poyeksi Merupakan media pembelajaran yang menggunakan proyektor, informasi yang
akan disampaikan dapat diproyeksikan ke layar, sehingga informasi berupa:
tulisan, gambar, bagan dll akan menjadi lebih besar dan lebih jelas dilihat oleh
siswa. Penggunaan media proyeksi ini lebih menguntungkan, sebab indera
pendengaran dan penglihatan akan sama-sama diaktifkan melalui sebuah media
transparansi yang telah disiapkan. Yang dimaksud dengan gambar mati (still
picture) adalah berupa: gambar, foto, diagram, tabel, ilustrasi dll, baik
berwarna ataupun hitam = putih yang relatif berukuran kecil, agar gambar
tersebut dapat dilihat atau disaksikan dengan jelas oleh seluruh siswa di dalam
kelas dengan jalan diproyeksikan ke suatu layar (screen) . Jenis-jenis media
gambar mati yang diproyeksikan yaitu: 1. Overhead Projector + Overheat
Transparance (OHP + OHT) 2. Slides/film bingkai 3. Film strip/film rangkai 4.
Epidiascope 5. Komputer + multimedia projector
8.
Media dengar/ audio : radio, tape
recorder
Pengertian
Media Audio Yang dimaksud dengan Media Dengar (Media Audio) adalah alat media
yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja. Pada
penggalan ini berturut-turut dibahas Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara
(Audio Cassete Tape Recorder). media pembelajaran, adalah suara-suara ataupun
bunyi yang berkaitan dengan materi pembelajaran direkam dengan menggunakan alat
perekam suara, kemudian hasil perekaman tersebut diperdengarkan kembali kepada
peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya. Media Audio Menurut
sadiman ( 2005:49 ) adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan
dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik verbal ( ke dalam kata – kata atau
bahasa lisan ) maupun non verbal. Fungsi media audio menurut Arsyad ( 2003 : 44
) beliau mengutip pendapat sudjana dan Rivai ( 1991 : 130 ) adalah untuk
melatih segala kegiatan pengembangan keterampilan terutama yang berhubungan
dengan aspek – aspek keterampilan pendengaran, yang dapat dicapai dengan media
audio ialah berupa : Pemusatan perhatian
dan mempertahankan perhatian. Mengikuti
pengarahan. Melatih daya analisis,Menentukan
arti dan konteks. Memilah informasi dan
gagasan. Merangkum , mengingat kembali
dan menggali informasi.
9.
Audio visual : slide suara, film, TV
Audio
Visual Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur
gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi
kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audiovisual
merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan
dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam
menularkan pengetahuan, sikap, dan ide.
10.
Internet : website, bog
Internet
Pengertian internet memiliki arti pemahaman yang cukup luas dimana kata
internet itu sendiri merupakan singkatan kata dari interconnection-networking,
bila dijabarkan secara sistem global maka internet merupakan jaringan komputer
diseluruh penjuru dunia yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan
standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) sehingga antara komputer dapat saling
mengakses informasi dan bertukar data. Internet mencangkup segala sesuatu
secara luas baik itu dalam bidang komputerisasi maupun telekomunikasi.
11.
Multimedia
Multimedia
Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media
berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur
yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang
menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi
pengguna komputer multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang
dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi. Disini
dapat digambarkan bahwa multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk
menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih
menarik. “Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996)
atau Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara,
gambar dan teks (McCormick 1996) atau Multimedia adalah kombinasi dari paling
sedikit dua media input atau output dari data, media dapat audio (suara,
musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau
Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan
interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video
(Robin dan Linda, 2001). Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat
dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi)
dengan menggabungkan link yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi,
berkreasi dan berkomunikasi
12.
Pelaku dan saksi sejarah
Pelaku
dan Saksi Sejarah Pelaku sejarah merupakan seseorang yang memang benar-benar
ikut dalam peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau. Kedudukan dari pelaku
sejarah ini disebut juga dengan sumber primer, sebab ia ada dan ikut menjadi
tokoh dalam peristiwa sejarah. Mengenai saksi sejarah, merupakan seseorang yang
melihat sendiri peristiwa yang terjadi dan informasi yang diberikan dapat
dipertanggungjawabkan. Disni memang terlihat adanya persamaan dari saksi dan pelaku
sejarah, namun tetap ada perbedaan tersendiri. Perbedaan itu terletak pada
informasi yang diberikan. Jika informasi yang diberikan pelaku sejarah itu
lebih mendekati benar sebab ia yang menjalankan, sedangkan saksi sejarah disini
tidak ikut serta melainkan hanya melihat saja.